lumajangkab

Mencari Mitra Kelola Selokambang, Pemkab Lumajang Dorong Aset Daerah Lebih Bermanfaat
berita lumajangkab
31 Agustus 2026 kominfo 1,510

Mencari Mitra Kelola Selokambang, Pemkab Lumajang Dorong Aset Daerah Lebih Bermanfaat

Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali membuka pemilihan mitra untuk pengelolaan Pemandian Alam Selok...

Baca Selengkapnya
Tanam Serentak Dawuhan Wetan, Jaga Pangan dan Bantu Petani Lebih Produktif
berita lumajangkab
31 Agustus 2026 kominfo 1,487

Tanam Serentak Dawuhan Wetan, Jaga Pangan dan Bantu Petani Lebih Produktif

Upaya menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Lumajang tidak hanya dilakukan melalui peningkatan pr...

Baca Selengkapnya
6 Meter dan 6 Kuintal Beras, Tumpeng Randuagung Bersiap Catat Rekor MURI
berita lumajangkab
31 Agustus 2026 kominfo 1,351

6 Meter dan 6 Kuintal Beras, Tumpeng Randuagung Bersiap Catat Rekor MURI

Tumpeng raksasa setinggi 6 meter dengan bahan sekitar 6 kuintal beras akan menjadi salah satu daya t...

Baca Selengkapnya

Pertanyaan Umum

Informasi yang sering ditanyakan masyarakat

1. Persyaratan Pelayanan
Pemohon SKPD mengirimkan SKPPS (Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran Sementara) dari SKPD untuk pegawai yang pensiun/mutasi keluar

2. Sistem Mekanisme dan Prosedur
1. Pemohon (SKPD) mengirimkan SKPPS (Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran Sementara) dari SKPD untuk pegawai yang pensiun/mutasi keluar
2. Disposisi dari kepala BPKD untuk diproses lebih lanjut
3. Pengecekan dan Pencatatan Register SKPP
4. Pemrosesan dan pencetakan SKPP oleh operator
5. Persetujuan Penerbitan SKPP oleh Kasubbid Perbendaharaan Pengeluaran.
6. Penandatanganan SKPP oleh Kepala Bidang Perbendaharaan
7. Penyerahan SKPP kepada Pemohon / SKPD terkait.
3. Jangka Waktu Pelayanan
2 (dua) hari

4. Biaya / Tarif
Tidak dipungut biaya/Gratis |
5. Produk Pelayanan
Terbitnya Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP)

1. Persyaratan Pelayanan
1. Perforasi benda berharga dilakukan oleh BPKD selaku PPKD atas dasar Surat Permintaan Perforasi (SPP) yang diajukan oleh BPRD atas permohonan PD (Perangkat Daerah) atau Wajib Pajak melalui BPRD
2. Surat Permohonan Perforasi (SPP) rangkap 3 yang diajukan oleh BPRD atas dasar permohonan pemohon (PD pemungut pajak) |

2. Sistem Mekanisme dan Prosedur
1. Pemohon (PD) pemungut pajak daerah dan retribusi daerah mengajukan permintaan persediaan benda berharga kepada BPRD dilampiri dengan laporan saldo benda berharga dan bukti setoran pajak dan retribusi daerah
2. Berdasarkan permintaan pemohon (PD) pemungut pajak dan retribusi daerah serta hasil pemeriksaan kesesuaian persediaan, BPRD melalui pengurus barang membuat Surat Permintaan Benda Berharga yang ditujukan kepada BPKD disertai dengan Surat Permintaan Perforasi (SPP) rangkap 3 untuk diajukan ke BPKD
3. Disposisi dari kepala BPKD untuk diproses lebih lanjut
4. Petugas perforasi BPKD meneliti kesesuaian jumlah yang akan di perforasi dengan jumlah yang tercantum pada Surat Permintaan Perforasi (SPP)
5. Apabila jumlah sudah sesuai maka petugas perforasi menandatangani Surat Permintaan Perforasi (SPP) yang disampaikan oleh BPRD rangkap 3 (tiga) dengan distribusi sebagai berikut :
a. Lembar 1 (satu) untuk BPKD
b. Lembar 2 (dua) untuk BPRD
c. Lembar 3 (tiga) untuk pemohon
6. Karcis siap di perforasi
7. Setelah selesai karcis yang telah di perforasi diserahkan kembali ke BPRD untuk selanjutnya didistribusikan kembali ke pemohon (PD) pemungut pajak dan retribusi daerah

3. Jangka Waktu Pelayanan
2 (dua) hari

4. Biaya/tarif
Tidak dipungut biaya/Gratis

5. Produk Pelayanan
Terpenuhinya karcis yang telah disahkan sebagai bukti pembayaran atas pungutan pajak dan retribusi daerah |